Zeus Trojan, hack account bank US

Zeus Trojan, hack account bank US

Zeus Trojan, hack account bank US

Sebuah jaringan cybercrime internasional

berhasil dibongkar oleh federal US yang mengatakan para hacker yang diduga menggunakan e-mail pals uuntuk mendapatkan password pribadi dan mengosongkan lebih dari US$3 juta dari rekening bank US.

U.S. Attorney’s Office menahan 37 orang karena diduga menggunakan malware yang disebut Zeus Trojan untuk hacking ke rekening bank U.S. businesses and municipal entities.

Dalam kasus terkait, Jaksa distrik Manhattan, Cyrus Vance, mendakwa 36 orang karena diduga mencuri US$860.000 dari puluhan individu dan perusahaan, termasuk JPMorgan Chase.

Aparat penegak hukum menangkap 10 dari terdakwa Kamis setelah 10 sudah ditahan. 17 tersangka lainnya masih dalam pencarian di Amerika Serikat dan luar negeri.

 

“This advanced cybercrime ring is a disturbing example

of organized crime in the 21st Century — high tech and widespread,” kata Jaksa New York Cyrus Vance dalam sebuah pernyataan.

Menurut persidangan terbuka di pengadilan federal Manhattan, terdakwa menggunakan program Zeus Trojan untuk diam-diam memperoleh informasi pribadi dan kemudian melakukan aksi hacking ke rekening bank korban.

Para hacker kemudian diduga melakukan transfer ribuan dolar tidak sah ke bank rekening milik co-konspirator. Jaksa mengatakan malware tersebut biasanya dikirim sebagai “apparently-benign-email” yang akan langsung tertanam dalam komputer korban setelah dibuka.

Program ini, para pejabat mengatakan, mencatat setiap penekanan tombol dan memungkinkan hacker untuk mencuri informasi rekening pribadi, password dan lainnya “kode keamanan penting.”

cybercriminal ini diduga berbasis di Eropa Timur, menggunakan “money mules” untuk mentransfer uang yang dicuri di luar negeri. Beberapa bagal telah memasuki Amerika Serikat dengan visa pelajar atau dengan menggunakan paspor palsu, sesuai dengan keluhan federal. FBI telah menangkap 10 yang diduga bagal uang dan 17 masih buron.

“The Zeus Trojan allegedly allowed the hackers

from thousands of miles away, to get their hands on other peoples’ money,” kata Asisten Direktur FBI Janice Fedarcyk.

“But their scheme didn’t eliminate risk,” tambahnya. “Like the money mules, many, if not all, will end up behind bars.”

Pengumuman ini menandai puncak dari penyelidikan selama setahun yang dilakukan oleh badan-badan negara bagian dan federal, termasuk FBI, Kepolisian New York, Departemen Luar Negeri dan US Secret Service.

Sumber : https://pengajar.co.id/