Uji Sistem

Table of Contents

Uji Sistem

Uji Sistem

Uji sistem: Sistem software diuji keseluruhan. Ini memverifikasi semua elemen secara langsung untuk memastikan bahwa semua fungsi dan performance sistem diterima dalam lingkungan target.
Terbagi menjadi 4 bagian yaitu
— Recovery Testing : sistem tes yang menekan software untuk gagal dengan cara yang bervariasi dan memverifikasi perbaikan sendiri dengan baik
— Security Testing : usaha untuk memverifikasi mekanisme perlindungan yang dibuat dalam sistem apakah akan melindunginya dengan semestinya.
— Stress Testing : didesain untuk menghadapi program dengan situasi abnormal.
— Performance Testing : didesain untuk menguji performa software ketika bekerja dalam konteks pengintegraian sistem.
— Pengujian instalasi : didesain untuk menguji prosedur instalasi dan software pendukungnya
Area fokus adalah:
— Fungsi dan performance sistem
— Reliability(ketersediaan) dan recoverability (kemampuan menutup/recovery test) sistem
— Instalasi (uji instalasi) sistem
— Perilaku pada kondisi tertentu (uji tekanan dan load) sistem
— Operasi user (acceptance test/alpha test/) sistem
— Integrasi dan kolaborasi hardware dan software
— Integrasi software eksternal dan sistem
Penguji sistem : uji engineer pada orang-orang ITG atau SQA.
Saat sebuah sistem akan dikeluarkan sebagai sebuah produk software, suatu proses pengujian yang disebut pengujian beta sering digunakan.
Rencana Uji
Rencana uji berhubungan dengan mengeset standar untuk pengujian proses dibanding penggambaran pengujian produk.
Test plan/rencana uji terdiri atas:
– standar untuk proses pengujian
– resource yang diperlukan (hardware, software dan engineer)
– jadwal pengujian (pengujian task dan milestones)
– uji item (apa yang harus diuji)
– prosedur recording test
(hasil test harus secara sistematis direkam)
– constraint
Test planning adalah sebuah dari suatu test manager.
Sebuah test plan adalah output dari perencanaan.
(Gambar berikut)

Sumber : https://furnituremebeljepara.co.id/