Ramadan Bersihkan Hati

Ramadan Bersihkan Hati

Ramadan Bersihkan Hati

Umat Islam diseluruh dunia menyambut kedatangan bulan istimewa

, yaitu bulan Ramadan. Bulan dimana penuh keberkahan dan seluruh amalan yang dilakukan pada bulan tersebut dilipatkan gandakan sehingga diharapkan umat manusia berlomba lomba dalam kebaikan. Allah akan memberikan nilai tambahan bagi umat yang melakukan kebaikan dibulan tersebut. Disepanjang jalan sudah terlihat euforia masyarakat yang antusias menyambut kegembiraan kedatangan bulan Ramadan ini, ditandai dengan hadirnya spanduk-spanduk dan tayangan iklan masyarakat di televisi tentang sebentar lagi akan hadirnya bulan Ramadan. Di

sekolahpun agenda kegiatan belajar sudah mulai dirubah

dengan materi tambahan keagamaan, dan kegiatan belajar mengajar yang umumnya padat sepanjang hari, difleksibelkan waktunya. Ini semua dilakukan demi menghargai bulan Ramadan. Sekolah yang sehari penuh (full day school) selesai zuhur sudah memulangkan para siswanya. Untuk anak murid prasekolah yaitu usia kelompok bermain dan taman kanak kanak sampai dengan anak usia SD kelas bawah mulai dikenalkan dengan ritual Ramadan. Anak-anak akan belajar berpuasa walau cuma hanya setengah hari, artinya mereka dikenalkan bagaimana rasanya menahan lapar dan haus sebagaimana teman-temannya diluar sana yang memang terbiasa menahan lapar dan haus karena harus mencari terlebih dahulu makanan dan minuman tidak seperti anak-anak yang beruntung. Anak-anak belajar memberi kepada oranglain, merasakan betapa indahnya berbagi dan bisa memberikan kebahagiaan terhadap orang lain. Ramadan mengajarkan pribadi yang peka terhadap sekelilingnya.

Kehadiran Ramadan sudah selayaknya diri ini mempersiapkan lebih baik lagi,

membersihkan diri jauh dari sifat kebencian terhadap oranglain ataupun menghindari hal-hal yang sifatnya akan merusak amalan Ramadan itu sendiri, misalnya dengan saling meminta maaf dengan cara mengunjungi sanak keluarga, teman kerabat, bahkan kepada anak murid sekalipun. Mohon diikhlaskan kesalahan yang sudah terlewati. Terkadang manusia yang namanya bergaul, bersosialisasi ataupun berkomunikasi selalu saja tanpa disengaja maupun disengaja ada kesalahan atau hilaf. Untuk itu dengan berjiwa besar kita dapat menyatakan kesediaannya untuk berkata maaf. Penulis sendiri sudah menjadikan tradisi dari petuah orangtua sebelum datang Ramadan, kunjungi orangtua dan bila perlu bawalah makanan sekedarnya agar rezeki kita menjadi berkah, Alhamdulillah masih bisa menjalani kegiatan tersebut. Kemudian untuk saudara-saudara yang jarak tempuhnya jauh, bisa kita silaturahim lewat temu kabar suara melalui telepon, atau dengan cara media lain yang tujuannya dapat berinteraksi langsung. Kebiasaan masyarakat Indonesia, khususnya juga ditempat saya kebiasaan sebelum kedatangan bulan suci Ramadan, berziarah kubur ke makam keluarga, sanak saudara yang telah meninggal dunia, mendoakan almarhum atau almarhumah dan juga membersihkan sekitar kuburannya yang mungkin sudah ditumbuhi rumput rumput liar.

 

Sumber :

https://ruangseni.com/