Pengertian Sistem Politik Islam

Pengertian Sistem Politik Islam

Pengertian Sistem Politik Islam
Dalam term politik Islam, Politik itu identik dengan siasah, yang secara kebahasaan artinya mengatur. Fikih siasah adalah aspek ajaran Islam yang mengatur sistem kekuasaan dan pemerintahan. Politik sendiri artinya segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan suatu negara, dan kebijakan suatu negara terhadap negara lain. Politik dapat juga berarti kebijakan atau cara bertindak suatu negara dalam menghadapi atau menangani suatu masalah.
Dalam Fikih siasah disebutkan bahwa garis besar Fikih siasah meliputi:
  • Siasah Dusturiyyah (Tata Negara dalam Islam).
  • Siasah Dauliyyah (Politik yang mengatur hubungan antara satu negara Islam dengan negara Isalm yang lain atau dengan negara sekuler lainnya.
  • Siasah Maaliyyah (Sistem ekonomi negara)
Kedaulatan berarti kekuasaan tertinggi yang dapat mempersatukan kekuatan-kekuatan dan aliran-aliran yang berbeda-beda di masyarakat. Dalam konsep Islam, kekuasaan tertinggi adalah Allah SWT. Ekspresi kekuasaan dan kehendak Allah tertuang dalam Al-Qur’an dan Assunnah Rasul. Oleh karena itu penguasa tidaklah memiliki kekuasaan mutlak, ia hanyalah wakil (khalifah) Allah dimuka bumi, yang berfungsi untuk membumikan sifat-sifat Allah dalam kehidupan nyata. Disamping itu, kekuasaan adalah amanah Allah yang diberikan kepada orang-orang yang berhak memilikinya. Pemegang amanah haruslah menggunakan kekuasaan itu dengan sebaik-baiknya. Sesuai dengan prinsip-prinsip dasar yang telah ditetapkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.

Prinsip-Prinsip dasar Siasah dalam Islam

Prinsip-prinsip dasar siasah dalam Islam meliputi antara lain: (1) Musyawarah, (2) Pembahasan bersama, (3) Tujuan bersama yakni untuk mencapai suatu keputusan, (4) Keputusan itu merupakan penyelesaian dari suatu masalah yang di hadapi bersama, (5) Keadilan, (6) Al-Musyawarah atau persamaan, (7) Al-Hurriyyah (kemerdekaan/kebebasan), (8) Perlindungan jiwa raga dan harta masyarakat.