Pengertian Dan Jenis Silogisme Beserta Contohnya

Pengertian Dan Jenis Silogisme Beserta Contohnya

Pengertian Dan Jenis Silogisme Beserta Contohnya

Michelle Tamba adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).

Jenis-Jenis Silogisme

  • Silogisme Kategorial

Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

Contoh:

  1. Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
  2. Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
  3. Akasia membutuhkan air (Konklusi)

Hukum-hukum Silogisme Katagori

Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.

Contoh:

Semua yang haram dimakan menyehatkan (mayor).

Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor).

Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi)

  • Silogisme Hipotetik

Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:

Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.

Contoh:

Jika hujan saya naik becak.(mayor)

Sekarang hujan.(minor)

Saya naik becak (konklusi)

  • Silogisme Alternatif

Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. Contoh:

Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.

Nenek Sumi berada di Bandung.

Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

  • Entimen

Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. Contoh entimen:

Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.

Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.

  • Silogisme Disjungtif

Silogisme disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya merupakan keputusan disyungtif sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya. Silogisme ini ada dua macam yaitu:

  • Silogisme disyungtif dalam arti sempit

Silogisme disjungtif dalam arti sempit berarti mayornya mempunyai alternatif kontradiktif. Contoh:

Heri jujur atau berbohong.(premis1)

Ternyata Heri berbohong.(premis2)

Ia tidak jujur (konklusi).

  • Silogisme disjungtif dalam arti luas

Silogisme disyungtif dalam arti luas berarti premis mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif. Contoh:

  1. Hasan di rumah atau di pasar.(premis1)
  2. Ternyata tidak di rumah.(premis2)
  3. Hasan di pasar (konklusi)

 

Sumber : https://downloadapk.co.id/