Letak Nilai Kemanusiaan Seorang Manusia

Letak Nilai Kemanusiaan Seorang Manusia

Letak Nilai Kemanusiaan Seorang Manusia

Letak Nilai Kemanusiaan Seorang Manusia

Tujuan Diciptakannya Manusia
Sebagian manusia tidak menyadari bahwa sesungguhnya manusia itu diciptakan bukan tanpa tujuan. Bahkan Allah Ta`ala menciptakan manusia dengan satu tujuan yakni untuk beribadah kepadaNya. Hal ini diberitakan oleh Allah Ta`ala didalam Al Qur`an Surat Adz Dzaariyaat 56: “Dan tidaklah Aku Ciptakan Jin dan Manusia, kecuali untuk beribadah (mengabdi) kepada-Ku”.Oleh karena itu kita perlu menelusuri lebih kebelakang, untuk memahami untuk apa kita beribadah?

Memahami Makna Ibadah
Kita Beribadah sesungguhnya merupakan bentuk amalan syukur kita kepada Allah. Bila kita mengingat luasnya nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita, maka sungguh amat kecil pekerjaan ibadah yang Allah bebankan kepada kita dibandingkan luasnya nikmat Allah yang luar biasa tersebut. Maka bila amalan ibadah kita itu dalam rangka syukur kita kepada Allah, sungguh syukur kita itupun masih teramat sedikit jika dibandingkan terhadap limpahan nikmat-nikmat Allah tersebut. Allah berfirman di dalam surat Ibrahim 34: “ Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). “
Nikmat Allah tidak bisa kita hitung saking banyaknya, namun ibadah kita bisa kita hitung saking sedikitnya. Ibadah yang kita lakukan adalah dalam rangka syukur kita kepada Allah, bukan dalam rangka membalas nikmatnya. Sebab jangankan untuk membalas limpahan nikmat dari Allah Ta`ala tersebut, menghitungnya pun kita tidak akan mampu. Ini artinya kewajiban-kewajiban yang Allah bebankan kepada kita sesungguhnya merupakan Rahmat dari Allah Ta`ala. Seandainya Allah menuntut kita untuk membalas segala nikmat-Nya kepada kita, maka sungguh kita tidak akan pernah mampu untuk membalasnya. Tapi karena rahmat Allah-lah, beban kewajiban Allah itu menjadi demikian ringan dan entengnya bila kita bandingkan dengan besarnya nikmat-nikmat yang Allah limpahkan kepada kita tersebut. Dan karena rahmat Allah pula, Allah masih saja selalu memaafkan kita atas sekian banyak kelemahan kita dalam menunaikan kewajiban-kewajiban tersebut, padahal kewajiban Allah tersebut telah amat sedikit dibandingkan limpahan NikmatNya. Oleh sebab itu sesungguhnya Allah Ta`ala menuntut kepada kita tidak terlalu banyak jika dibanding fungsi kita hidup di dunia ini. Kita hanya dituntut untuk beribadah kepada Allah ta`ala dengan segenap kemampuan yang ada pada kita sebagai ungkapan syukur kita kepada-Nya.
Allah menfasilitasi Manusia
Ketika Allah memberitakan bahwa misi hidup kita adalah untuk beribadah kepadanya, maka Allah juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang sangat lengkap untuk menunjang misi tersebut. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat Al Baqarah 29: “Dia-lah Allah, yang menciptakan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.”
Di dalam ayat diatas diberitakan bahwa Allah Ta`ala menciptakan segala yang ada di langit dan di bumi ini untuk kita sebagai fasilitas dalam menjalani kehidupan kita di dunia. Di dalam ayat ini pula Allah Ta`ala menggambarkan betapa besar kekuasaannya yang mampu menciptakan bukan hanya bumi seisinya, namun juga tujuh lapis langit yang berada di atas bumi, yang seolah-olah Allah ingin menyadarkan kita bahwa hanya Allah-lah satu-satunya pihak yang mampu menciptakan itu semua, sehingga oleh sebab itu hanya Ialah satu-satunya pihak yang pantas disembah dan diibadahi dengan segala kekuasaan dan kebesaran yang Ia miliki tersebut.

Sumber : https://aziritt.net/