Disdik Ambon Usulkan Sembilan Sekolah UN “Online”

Disdik Ambon Usulkan Sembilan Sekolah UN “Online”

Disdik Ambon Usulkan Sembilan Sekolah UN “Online”

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon mengusulkan sebanyak sembilan sekolah

di Ambon melaksanakan Ujian Nasional (UN) berbasis komputer (online) untuk tingkat SMP dan SMA pada tahun ajaran 2016.

“Kami telah mengusulkan ke Kementerian Pendidikan sembilan sekolah di Ambon yang telah siap untuk melaksanakan UN online, tetapi keputusan berapa sekolah yang akan menerapkan sistem online masih menunggu keputusan,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kota Ambon, Jhon Lewaherilla, Kamis (21/1).

Ia mengatakan sembilan sekolah yang diusulkan diantaranya tiga SMP yakni SMPN6

, SMPN3 dan SMP Rehoboth, SMA dua sekolah yakni SMAN1 dan SMA Siwalima, dan empat SMK yakni SMKN1, SMKN2, SMKN2 dan SMKN7.

Kementerian pendidikan akan melakukan verifikasi sekolah mana yang layak untuk melaksanakan UN online, pihaknya masih menunggu keputusan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Maluku.

“Pelaksanaan UN online sebagai upaya pemanfaatan teknologi informasi dan mencegah

terjadinya kebocoran soal, kami berharap sembilan sekolah yang diusulkan mendapat kesempatan di tahun ajaran 2016,” katanya.

Dia menjelaskan, peralatan penunjang seperti komputer, jaringan internet, listrik dan SDM harus dipersiapkan, sehingga saat pelaksanaan ujian dapat berjalan dengan baik.

“Jika peralatan penunjang telah dipersiapkan, maka siswa juga harus dipersiapkan dengan berbagai latihan, terutama cara mengisi lembaran jawaban secara online,” ujarnya.

Jhon mengakui, saat pelaksanaan UN tahun ajaran 2015 telah ditetapkan dua sekolah yakni SMA Negeri Siwalima dan SMK Negeri 3 menjadi percontohan penerapan berbasis komputer di Provinsi Maluku.

“Tetapi setelah dilakukan persiapan ternyata fasilitas pendukung seperti komputer, jaringan internet belum siap untuk melaksanakan ujian online. Kami berharap tahun 2016 dapat terealisasi,” katanya menandaskan.

Ia menjelaskan persiapan UN berbasis komputer akan ditindaklanjuti dengan petunjuk teknis pelaksanaan agar setiap sekolah dapat mempersiapkan SDM dan fasilitas penunjang.

Selain pelaksanaan UN online,, pihaknya juga berharap pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PSB) juga dilakukan secara online.

“Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan siswa di sekolah unggulan, seluruhnya harus dilaksanakan secara objektif dan terbuka. Selain itu juga mencegah manipulasi data dan hasil ujian siswa. Kita berharap kedepan semua dilaksanakan secara transparan,” tandasnya.

 

Sumber :

https://vhost.id/sejarah-singkat-walisongo/